Membangun dan mempertahankan massa otot bukan hanya tentang penampilan fisik, tetapi juga merupakan investasi penting untuk kesehatan jangka panjang. Seringkali diabaikan, peran otot yang kuat sangat signifikan dalam menjaga metabolisme tubuh, mobilitas, dan kualitas hidup secara keseluruhan. Memprioritaskan kesehatan otot sejak usia muda hingga lanjut usia akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Menurut simposium mengenai kesehatan otot yang diadakan oleh sebuah organisasi kebugaran nasional pada tanggal 15 Maret 2025, memiliki massa otot yang cukup membantu meningkatkan laju metabolisme basal (BMR). Otot membakar lebih banyak kalori saat istirahat dibandingkan dengan lemak. Dengan demikian, menjaga massa otot dapat membantu mengontrol berat badan dan mengurangi risiko obesitas, yang merupakan faktor risiko berbagai penyakit kronis. Seorang ahli fisiologi olahraga yang menjadi pembicara dalam simposium tersebut menekankan bahwa kesehatan metabolisme sangat dipengaruhi oleh komposisi tubuh, terutama rasio otot dan lemak.
Selain itu, massa otot yang kuat sangat penting untuk mempertahankan mobilitas dan mencegah risiko jatuh, terutama pada usia lanjut. Otot yang kuat menopang sendi, meningkatkan keseimbangan, dan mempermudah aktivitas sehari-hari seperti berjalan, berdiri, dan mengangkat benda. Data dari sebuah studi kohort yang dipublikasikan pada tanggal 20 April 2024 dalam Jurnal Geriatri menunjukkan bahwa lansia dengan massa otot yang lebih besar memiliki risiko fraktur akibat jatuh yang lebih rendah. Oleh karena itu, menjaga kesehatan otot adalah kunci untuk mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup di usia senja.
Lebih lanjut, penelitian juga menunjukkan bahwa massa otot yang sehat berkorelasi positif dengan kesehatan metabolik yang lebih baik, termasuk regulasi gula darah dan sensitivitas insulin yang lebih baik. Otot berperan sebagai tempat penyimpanan glukosa, sehingga massa otot yang cukup membantu mencegah resistensi insulin dan perkembangan diabetes tipe 2. Pada tanggal 8 Juni 2024, dalam sebuah seminar tentang pencegahan diabetes yang diselenggarakan oleh sebuah rumah sakit pendidikan, seorang dokter spesialis penyakit dalam menjelaskan mekanisme bagaimana latihan kekuatan yang membangun otot dapat meningkatkan kontrol gula darah.
Untuk menjaga massa otot, kombinasi antara latihan kekuatan (seperti angkat beban atau latihan beban tubuh) dan asupan protein yang cukup sangat penting. Aktivitas fisik aerobik juga berperan dalam menjaga kesehatan kardiovaskular yang mendukung fungsi otot secara keseluruhan. Dengan memprioritaskan latihan kekuatan dan nutrisi yang tepat, kita dapat secara aktif menjaga massa otot demi kesehatan jangka panjang dan kualitas hidup yang optimal.