Stroke adalah kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan secepatnya. Mengenali Gejala Stroke sejak dini adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan meminimalkan kerusakan otak permanen. Waspada terhadap tanda-tanda kecil yang sering dianggap remeh.
Keterlambatan penanganan hanya dalam hitungan menit dapat menyebabkan kematian jutaan sel saraf. Oleh karena itu, masyarakat perlu menguasai akronim FAST: Face drooping (Wajah terkulai), Arm weakness (Lengan lemas), Speech difficulties (Kesulitan bicara), dan Time to call (Waktunya memanggil bantuan).
Tanda kritis pertama adalah wajah terkulai atau mati rasa di satu sisi. Minta orang tersebut tersenyum. Jika satu sisi wajah terlihat turun atau tidak bergerak simetris, ini adalah Gejala Stroke yang jelas dan tidak boleh diabaikan.
Tanda kedua adalah kelemahan tiba-tiba pada satu lengan atau kaki. Minta orang tersebut mengangkat kedua lengan lurus ke depan. Jika satu lengan jatuh atau tidak bisa diangkat, ini mengindikasikan kelemahan otot yang dipicu oleh kerusakan otak.
Tanda ketiga yang harus diperhatikan adalah kesulitan bicara yang mendadak. Ucapan menjadi cadel, tidak jelas, atau orang tersebut kesulitan memahami pembicaraan orang lain. Perubahan kemampuan komunikasi ini adalah Gejala Stroke yang serius.
Selain FAST, Gejala Stroke lain yang sering diabaikan adalah sakit kepala parah yang muncul tiba-tiba tanpa sebab jelas. Sakit kepala ini sering digambarkan sebagai yang terburuk dalam hidup dan bisa menjadi tanda stroke hemoragik (pendarahan otak).
Tanda kelima adalah gangguan penglihatan mendadak, seperti pandangan kabur, ganda, atau kehilangan penglihatan di salah satu atau kedua mata. Perubahan sensorik ini menandakan adanya masalah pada jalur saraf visual yang dikendalikan otak.
Jika Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan salah satu Gejala Stroke di atas, segera hubungi layanan darurat. Catat waktu munculnya gejala pertama, karena waktu adalah faktor penentu keberhasilan pengobatan (terutama terapi trombolitik).
Jangan pernah mencoba mengobati sendiri atau menunggu gejala membaik. Reaksi cepat dan pertolongan medis di rumah sakit dalam “jendela emas” (beberapa jam pertama) adalah satu-satunya cara efektif untuk mencegah komplikasi fatal.